A Thousand Question #10

Apa yang Saat Ini Kamu Rasakan?


Mari bercerita mengenai satu minggu penuh kehampaan.

12 jam yang lalu, saya terbangun. hm, masih jam 11.11 PM. Oh yah, saya tertidur jam 8 PM tadi. padahal saya berharap saya bisa terbangun sekitar jam 3 pagi. Saya ingin membenarkan bagaimana ritme hidup saya. 
Oh, entah mengapa saat ini saya lelah menggunakan kata Saya. mari mengganti dengan kata lain. hm... Sukma. karena itu nama Sukma.
Sukma ulangi ceritanya.

12 jam yang lalu, Sukma terbangun. hm, masih jam 11.11 PM. Oh yah, Sukma tertidur jam 8 PM tadi. padahal Sukma berharap SUkma bisa terbangun sekitar jam 3 pagi. SUkma ingin membenarkan bagaimana ritme hidup Sukma. 
Terbangun. memandang Juno. Tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan. Oh yah, Sukma harus mengulik penurunan rumus fluida dalam fenomena pengosongan. hm, Sukma sudah selesai mengerjakannya. setengahnya. Ingin menyelesaikan tuntas, dan berdiskusi dengan Dosen. tapi itu rencana 3 minggu lalu. Sukma masih takut berkomunikasi dengan Dosen. Bekas-bekas pembunuhan karakter masih tersisa banyak ternyata. Sukma biasa membenci kelemahan Sukma. 
Terduduk di pinggir kasur. memandang layar TV semut-semut. Jam segini di stasiun T7 pasti ga benar. ah, semua acara TV sekarang begitu. Dunia seakan-akan amat membutuhkan kebahagiaan. Tawa dimana-dimana. Itu wabah. Itu penyakit kegilaan karena ingin sembuh dari kegilaan. Sukma lebih senang bersedekap di atas sajadah merah, dibawah tudung suci, bersimpuh meratapi kekosongan yang ada, menatap pemikiran kosong, sedih karena tidak menemukan apapun. 
Berdiri. mengambil remote TV. mengganti stasiun berita di nomer 2 jika ini adalah di rumah Ibu, atau Bapak, atau Bandung. bukan karena apa-apa, karena berita nomer 1 setelah TV negara. sama saja. Berita tidak menyejukan hati sama sekali. Malah ketakutan yang di dapat. Tidak ada lagi kedamaian, keamanan, dan kenyamanan di luar pintu blok F no 2.
berjalan. memandang tempat pasir Juno dan tempat makan Juno. Makanan habis; tapi belum jam 12. Pasir masih segitu saja; dia belum buang air. Ya sudah, Sukma ingin bersedekap menata dan menatap kekosongan. siapa tahu Sukma menemukan sesuatu di malam ini.
Tidak ada. Hanya sebuah Juno, macan bayi putih, dan makhluk sorban coklat. sudah cukup hari ini. 
Buku. Sukma mungkin bisa menemukan kelanjutan dari tugas analisa Sukma. hm...
Satu Jam
Dua Jam
Tiga Jam
Empat Jam
Lima Jam

Oh, Kalau saja ini buku fiksi, Sukma telah menyelesaikan satu buku ini. Membaca 5 jam hanya menyelesaikan 6 paper saja. hufff... lumayan. Alhamdulillah. Sukma dapat setidaknya satu kesimpulan pasti : Laut dalam dibawah 4000 meter, berarti penelitian sebelumnya diambang kegagalan. 
Rebah lagi di kasur.
Berguling di ujung. 
Juno sedang mengejar buntutnya. ah, dasar kucing tilil yang lucu.
Matahari sudah tampak. indah dan cerah; berbeda dengan saat tenggelam sebelumnya; seram dan menakutkan, Seakan sedang marah.

Aku harus apa? Sukma seakan terus bertanya seperti itu. Sukma sudah menulis sampai titik habis imajinasi akumulasi. Biasanya, kalau di saat seperti ini, Sukma memimpikan Arman, sedang apa dia kalau dia masih di dunia? Atau Sukma memimpikan Finnick Odair, Apa jadinya kalau Arman digabungkan dengan Finnick Odair dan ternyata dialah jodoh Sukma? 
memang apa kriteria apa yang Sukma inginkan? Apa yah... Sukma ga tau. Sukma terlalu takut lagi mempunyai perasaan ke lawan jenis. jadi, tidak tahu. Itu bukan masalah hidup Sukma lagi. Kenangan dengan Arman itu sudah cukup bagi Sukma. 
Apa yang saat ini Sukma rasakan? tidak tahu. hampa kali.

Eh, kok rasanya sprei dan sarung bantal kotor banget yah. Duh, yang kemaren belum ditaruh di laundry dan yang ditaruh di laundry belum diambil. Sudah sebulan. Sukma lagi menarik korset keras-keras akan pengeluaran. ah, bulan depan Tahun depan, mungkin sudah saatnya berpuasa kartu kredit, Sukma kan mau sekolah lagi mendalami ilmu biologi material. nyuci ah. nyuci piring juga. eh, sup krim jamur kancing tadi malem enak banget. bersih WC juga ah. Mandi sekalian ah.
hm, bersih juga sebenarnya kamar Sukma. cuma bau kotoran kucing, Oh, Juno abis ee. yaudah diambil, mau bagimana lagi. sekalian ganti pasir, udah 4 hari. 
bener-bener bau green tea pasirnya. ga rugi beli 70ribu. 
Apa yang saat ini Sukma rasakan? tidak tahu. merasa segalanya sepantasnya kali.

Ke kampus. mungkin ada sesuatu yang menarik disana. Bisa Internetan, atau nyoba buat paper, atau OH! Sukma harus kirim email ke pak Sus. Demi rasa marah yang tidak berujung, dan demi pendalaman ilmu material biologi di masa depan. 
Masukin kunci ke motor. Dompet kelupaan. 
Di depan dompet, ngeliat komputer. lagu instrumen kayaknya lagi Sukma butuhin. ngopi lagu ke harddisk.
Keluar kamar. di depan motor. harddisk kelupaan. naik lagi ke atas. cakar-cakaran sebentar sama Juno.
Di jalan.
Apa yang saat ini Sukma rasakan?
Apa yah jawaban okenya... belom dapet deh. nih mbak-mbak berjaket UNY lama banget jalannya. Akhirnya Sukma berteriak, embaknya tetep selow di tengah jalan.
Mungkin Sukma marah.

Ada kekosongan besar di diri Sukma. entah apa jawaban dari pertanyaan :
Apa yang saat ini Kamu rasakan?

No comments:

Post a Comment