Seberapa pentingnya usulan atau pendapat harus dari "saya"?
Jadi, suatu hari saya menghadiri beberapa pertemuan koordinasi suatu kepanitian dalam satu hari. Sebenarnya fenomena ini sering saya dapatkan di beberapa keadaan. Tapi pertanyaan ini baru saja keluar di hari tersebut. Mungkin karena intensitas pertemuan yang banyak di hari itu, dan kebetulan tipikal yang hadir dalam pertemuan itu nyaris sama.
Dalam pertemuan-pertemuan di hari itu, suasananya biasa saja. ada yang mendengarkan dan memahami. ada yang hanya mendengarkan. ada yang mendengarkan dan ngetroll. ada pula yang mendengarkan, mungkin memahami, dan terus berkomentar. sebenarnya biasa saja. itu kehidupan sebuah forum. di mana pun berada pasti ya kehidupan forum memang seperti itu. Selama empat tahun bersosialisasi, ya memang seperti itu.
Terasa agak membosankan ketika jenis manusia : 'mendengarkan, mungkin memahami, dan terus berkomentar' itu ada banyak di satu forum. Entah yah, mungkin kemajuan peradaban itu bertahap. Dimulai dari keberanian berpendapat meskipun berpendapat itu hanya sebuah untaian kalimat "kosong" seperti kalimat-kalimat yang diutarakan oleh Vicky-nya Zaskia Gothic. Sebab, intensitas manusia 'mendengarkan, mungkin memahami, dan terus berkomentar' semakin sekarang semakin banyak. Jika tahun 2009 hanya sekitar 2 atau 3 orang dari 10 orang, sekarang bisa menjadi 7 hingga 9 orang dari 15 orang yang hadir. bagi saya itu banyak. karena segala hal tersebut sebenarnya hanya membuat forum menjadi penuh suara tetapi kosong hasil karena mereka mengulang pernyataan dengan 'pertanyaan meragukan pernyataan' lalu 'memberi pendapatnya' dan akhirnya memiliki maksud yang sama persis dengan pernyataan awal.
aaaargh, itu membosankan. meskipun dari sana saya terkadang menemukan kosakata baru (hhahaha. sebab sejujurnya mereka mengulang pernyataan dengan kosakata aneh dan bagi saya itu modern. hahahha)
tapi apakah itu perlu seperti itu?
apakah perlu forum mengakui bahwa itu adalah ide 'saya' bahwa itu adalah pendapat 'saya' bahwa itu adalah proposal 'saya'?
perlukah?
Oke sih. mungkin itu sebuah kedewasaan dalam berforum. saya mungkin dulu seperti itu. tetapi saya mengusulkan ide karena tidak ada yang berpendapat. ketika dorum saya bertambah umur dan mendapatkan banyak anggota forum tambahan, saya menarik diri dalam hal mengajukan pendapat. dari keadaan itulah kemudian saya melihat sebuah fenomena keanehan seperti itu.
Ketika saya berkomentar dengan sahabat saya mengenai fenomena unik itu, dia hanya berkomentar "ya bagus deh lu ga jadi orang yang menambahkan tipe manusia forum seperti itu"
hhahaha.
benar juga sih ucapannya. soalnya ketika saya melihat ada seorang anggota yang terpaut jauh sekali umurnya dari saya .mungkin sekitar 7 atau 8 tahun. Dia seperti itu. Dia dihormati forum hanya karena dia lebih tua. tetapi ekdewasaan dalam forumnya masih teranggap cetek. tapi ya itu karakter sih.
paragraf ini hanya menunjukan betapa beruntung saya bisa menarik sikap buruk saya dahulu.
saya mendapat sebuah quote bagus dari sebuah film Grey Anatomy khususnya dari Dr. Webber ketika dia bercakap dengan Dr. Avery di awal kepemimpinannya menjadi chief.
"semua orang mengajukan proposal penelitian masing-masing kepadamu. tetapi proposalmu itu adalah rumah sakit ini"
Di episode sebelumnya saya juga menyukai ucapan dari Dokter seseorang yang saya lupa namanya, mengenai bright-star person
"rumah sakit ini mempunyai adat sebagai kerjasama tim. tidak ada yang menjadi bright-star. satu-satunya bright-star di sini adalah rumah sakit ini"
Yah. itu adalah peningkatan derajat seseorang bagi saya kalau bisa menghikmahi makna tersebut.
Mungkin seperti ini. seseorang yang berada di atas tidak seharusnya lagi melihat 'apa perannya dia untuk organisasi' seharusnya, seseorang yang berada di atas sudah harusnya berfikir 'harus bagaimana organisasi ini agar menjadi baik'.
mudahnya diucapkan sih begitu. tetapi mungkin sulit untuk penghikmahannya.
Karena saya juga mengakui, sebuah pengakuan itu penting. saya pun juga ga bisa memunafikan diri, kalau saya bukanlah orang hebat yang bisa melahirkan karya tangan yang wah dari raga saya. sehingga sulit bagi saya sendiri untuk mendapatkan sebuah pengakuan dari lingkungan atas produktifitasan dari kehidupan saya sendiri. terlihat bersahaja agar mendapatkan popularitas mungkin satu-satunya jalan jika saya menuruti energi sebatas udel saya. Untungnya ada magnet dari batas leher saya untuk menarik batas energi udel menjadi sebatas leher.
Ketika saya menarik diri dari semacam kegiatan seperti itu, saya setidaknya dapat melihat pola dari kotak-kotak seperti itu. dan jadilah saya bertanya. tetapi ketika saya sedang mengejar sesuatu (karir dan jiwa peneliti) saya memahami bahwa pengakuan itu sangat dibutuhkan.
Maka, saya kembali bertanya :
"Seberapa pentingnya usulan atau pendapat harus dari "saya"?"
Meskipun pada teori jiwa saya mengatakan : "yang penting adalah pemaknaan dan penghikmahan kebaikan" tapi apakah dapat semudah teori itu? kalau nantinya saya gagal mendapat pengakuan ataupun pencitraan baik, saya ga akan dipandang sebagai orang yang berkredibel, meskipun saya bisa saja benar dan membawa kebaikan.
Bagi saya, itu masih sebuah pertanyaan besar.

No comments:
Post a Comment