A Thousand Question #3

Benarkah perasaan cinta itu pernah tumbuh?



Sejak kemarin saya ingin menaruh pertanyaan ini di urutan pertama. tetapi saya belum menemukan pemicu yang tepat untuk menceritakan. hingga pagi buta ini, saya mendengar sebuah lagu yang menjadi kenangan saya dengan seseorang : Destiny Child - Brown eyes

Remember the first day when I saw your face?
Remember the first day when you smiled at me?
You stepped to me and then you said to me
I was the woman you dreamed about

I was the woman you dreamed about -> sebuah ucapan yang sering saya dengar keluar dari mulut lelaki yang mencoba menjalin hubungan dengan saya. siapapun itu, selalu melihat bahwa saya adalah diimpikan. 

Remember the first day, the first day we kissed?
Remember the first day we had an argument?
We apologized and then we compromised
And we've haven't argued since
Remember the first day we stopped playing games?
Remember the first day you fell in love with me?
It felt so good for you to say those words
'Cause I felt the same way too

... Hanya satu orang yang memulai hubungan dengan saya bermula dengan hubungan persahabatan. dari sahabat main hingga akhirnya kami sama-sama mengetahui ada sesuatu yang aneh berkembang di hormonal remaja saya dan dewasanya ia. Hanya satu orang pula yang bisa mengajarkan dan menunjukan sebuah kesetiaan dan komitmen dimanapun berada. Hanya satu orang pula yang bisa membawa saya setia dan berkomitmen tanpa harus saya sadari. Hanya seorang yang bisa memberikan kami masalah dan begitu juga solusi yang begitu tepat hingga masalah lama tidak pernah menjadi bahan bakar di kemudian hari. 
Begitu kah?

Apakah benar saya pernah merasakan cinta?

Benarkah perasaan cinta itu pernah tumbuh di jiwa saya?

Kalau benar perasaan itu ada dan pernah ada, mengapa saya kehilangan cinta itu? 

Pernah saya seperti menemukan kembali sebuah perasaan yang saya rasa itu cinta. kepada seseorang setelah-setelah-setelah-dan-jauh-setelahnya. tapi itu tidak sama. Sampai akhir hubungan kami pun, saya tidak dapat menemukan komitmen seperti apa yang dia tawarkan dan seperti apa saya jalani. Sampai akhir hubungan kami pun, saya tidak dapat ikut mencintai apa yang ia cintai. Sampai akhir hubungan kami pun, saya tidak dapat menyukai pemilik kehidupannya (darah keluarganya). 
Sampai akhirnya sebuah pertengkaran. Dia pun berkata 'sekarang kamu membenci saya dan sebelumnya tidak pernah mencintai saya'

Saya hanya bingung saat ini, kenapa pertengkaran itu terjadi? Apakah perasaan yang tidak menyatu? Apakah karena kami hanya mempunyai hasrat memiliki saja?

Kebingungan saya pun membuncah. Apakah benar selama menjalin hubungan itu, saya tidak pernah mencintainya? Lalu, apakah selama bersamanya, saya telah membuang waktu saya untuk memikirkan dan memerhatikannya? Apakah selama bersamanya, Do'a yang saya panjatkan tiap malam hingga fajar adalah Do'a untuk orang yang saya benci? Apakah saya selama ini membuang waktu untuk orang yang saya benci? Karena saya kira saya sedang mencintai seseorang; karena jika saya mencintai seseorang -dan jika saya tidak salah mengenal diri saya sendiri-, saya akan menghabiskan waktu untuk berusaha berada di sisinya, menuruti apapun keinginannya, membuat diri saya merasa yakin bahwa dia aman, dan membuat dia bebas berlaku layaknya pria.

Benarkah perasaan cinta tidak pernah tumbuh di jiwa saya?

karena hanya dua kali saya merasakan hal seperti itu. dan yang terakhir mengatakan 'sekarang kamu membenci saya dan sebelumnya tidak pernah mencintai saya'. itu berarti, yang pertama pun bukanlah cinta. 

The way we held each other hand
The way we talked, the way we laughed
It felt so good to find true love
It felt so good to fall in love
I knew right then and there you were the one
I know that he loves me 'cause he told me so
I know that he loves me 'cause his feelings show
I know that he loves me 'cause its obvious
I know that he loves me 'cause its me he trust
When he stares at me you see he cares for me
You see how he is so deep in love
He's missing me if he's not kissing me
When he looks at me his brown eyes tell it so

Pagi ini pun, saya tersadarkan hanya dengan sebuah lagu. Tampaknya saya pun akan kesulitan dalam membuka perasaan. Membuang waktu, dan banyak kesempatan. meskipun saya pernah merasakan 'I knew right then and there you were the one' dua kali. tetapi saya lebih tahu kepada siapa kalimat itu dan sajak lagu ini diperuntukan. Apapun dengan nafsu memang selalu membuat keadaan menjadi buruk. 
Pagi ini pun, saya benar-benar menetapkan diri menjadi Single Fighter di sisa kehidupan saya. atas banyak latar belakang. Itu lebih baik dibandingkan harus mengulang kesalahan sejarah.

I'm so happy, so happy that your in my life
Baby now that your apart of me
You've showed me
Showed me the true meaning of love
benarkah perasaan cinta itu pernah tumbuh?

ya, saya masih mempertanyakannya.

No comments:

Post a Comment