"seberapa tenang dan nyaman hidupmu sehingga berani menutup semua indra?"
Halo semua.
Sudah lama sekali saya tidak mengisi kembali blog ini dengan segala tulisan. Pernah ada yang mendengar istilah:
"semakin hancur hati dan pikiran seseorang, semakin indah karya tulisannya"
Mungkin saya sedang tidak mengalaminya. Hingga detik saya menulis ini.
Setelah saya lulus, terjadi semacam pergeseran nilai tanggung jawab. Tidak mudah menjalaninya, tetapi keyakinan membuat saya begitu terlena hingga rasanya saya bahagia.
Tidak ada yang lengkap di dalam kehidupan saya. Saya masih seorang freelancer. Saya masih berjuang memilih jenis sekolah mana selanjutnya. Saya hanya mengeliminir keinginan bekerja di perindustrian, karena belum ada keinginan dan bayangan harus apa disana. Saya pun akhirnya berani mengeliminir kehidupan berpasangan.
Pada awalnya, saya mengalami kesulitan memutuskan sikap. Sampai pada akhirnya, saya berdiskusi banyak dengan ibu dan alam semesta. Di sanalah terdapat banyak jawaban. Terlalu picik jika saya mengkhawatirkan keinginan dan tuntutan sosial sekitar. Terlalu dangkal jika saya merisaukan kemampuan saya. Terlalu nista jika saya dihantui masa lalu. Go on, girl! Live up! Selalu ada kata amin, terimakasih, dan dukungan di tiap desiran yang dibawa angin oleh semesta kepada apa yang para manusia usahakan. Berdamai, berbaik, berdoa, dan bertawakal agar keadilan semesta juga berlaku terhadap saya dan saya pun bisa berlaku adil untuk semesta pula.
Kesadaran saya pun juga sedikit terbangun sesekali setelah saya mendapatkan kekuatan dukungan aneh dari semesta setelah berani melepaskan beberapa beban. Tidak bisa, saya tidak akan pernah bisa berluluran kenyamanan dan kemapanan. Segala kelebihan yang saya miliki harus tersalurkan. Segala hal itu harus saya lakukan agar kebahagiaan ini berlanjut statis. Tidak akan mudah jalannya. Tidak akan mudah pula manusia yang telah mengenalku menerimanya.
Lantas, dari semua perjalanan ruhani dan fisik seperti ini, masih beranikah saya menutup segala indra? Masih beranikah tiap manusia menutup segala indra? Indra adalah anugrah dan bakat alamiah seluruh dimensi semesta bumi. Seberani apakah makhluk dimensi semesta bumi menolak anugrahnya? Dengan alasan apapun; mau itu adalah keangkuhan ataupun keluhan. Berlindunglah dari penutupan segala anugrah.

No comments:
Post a Comment