"kenapa rasa hampa itu ada?"
Selamat malam bagi siapapun.
Agak aneh dengan pertanyaan itu. Pernahkah merasakan kehampaan? Kalau pernah, apa gejala biologis yang menciptakannya? Kalau pernah, apa biokimia yang terbentuk di otak? Kalau pernah, bagaimana respon biokimia tersebut terhadap otak? Kalau pernah, apakah sistematika itu menjelaskan kepasifan otot wajah, 'rasa bolong' di pangkal jantung, rongga tenggorokan yang tanpa hambatan, pandangan meluas, dan ingatan yang bekerja menampilkan banyak kejadian?
Ini aneh. Bagi saya, saya tidak lagi sewajarnya mendapatkan sensasi hampa itu kembali. Tidak. Tidak lagi seharusnya.
Segala yang sedang saya lalui berada di dalam lajur rencana. Kesadaran bahwa tidak akan mudah perjalanan juga sudah dipersiapkan. Peringatan pun sudah diterima. Petunjuk ketenangan pun sudah disepakati.
Tampaknya akan lebih mudah jika nantinya hanya satu hasil dan satu permulaan selanjutnya.
Sensasi apa ini? Menjijikan.

No comments:
Post a Comment