Saya melihat kejadian dari lab tempat saya melakukan tugas akhir. Pembimbing saya merupakan calon peneliti utama di lembaganya. Kehidupan beliau ya berkutat dengan penelitiannya. Segala upaya beliau pasti juga terdedikasikan untuk lingkungan lab dan penelitian. Pandangan saya, wajar kalau beliau mendapatkan jabatan peneliti utama. Hanya yang tidak mampu saya bendung adalah rasa kecewa. Aaaaah rasanya telinga dan hati saya panas jikalau kelompok yg saya sering datangi untuk berbagi tawa bergosip. Mereka hanya fokus kepada ungkapan memaki yang dikeluarkan pembimbing saya tersebut. Tanpa melihat kelengkapan kisah dan moral yang dimaksud.
Sama halnya dengan ketika saya membenci guru olahraga sma saya. Kebencian itu menutup segala hal kisah kebaikan. Yang berbekas di saya tentang keparat itu ya hal buruk, betapa ribuan kalimat pun junior saya memuji keparat tersebut.
Saya melihat betapa berbahayanya rasa benci itu. Benih kecil kegelapan yang akan menutupi segala aspek dengan kegelapan pula.
Jika mampu memohon, hanya keparat guru olahraga sma itu saja yang menjadi ladang kebencian saya. Jangan lagi ada kebencian tambahan.

No comments:
Post a Comment