Daily life #5


Who is that ☝🏻️?? 

Yep, Miyavi is. 

Bukan masalah Miyavi sebenarnya tujuan dari tulisan ini. Melainkan pasangan kehidupan. 

Ada sebuah gelombang balas-membalas pasangan kehidupan di salah satu timeline social media saya. Agak aneh dan memang bukan urusan saya sesungguhnya siiih. Bebas kok kalau mau memamerkan pasangan hidup demi esensi existence. Hanya menjadi sebuah lelucon bagi pengamat. 

Bagaimana tidak lucu, ada 3 anak Adam: A, B, C. A seorang wanita. B pria. C waria. Hahaha, bercanda. C wanita. A dan B pernah menjalin hubungan, saling menyukai, saling menyakiti, ambisius, dan pendendam. A lama menghilang dari social medianya setelah mengalami keterpurukan larut. Sekemudian hari publik menemukan bahwa A kembali "hidup" dalam social media dengan foto-foto keberhasilan A berprestasi di luar negri. Tidak ketinggalan foto A bersama misterius bule. A sih tidak explicit menjelaskan bahwa dirinya kekasih sang misterius bule. Ketidakjelasan tersebut pastilah jadi gosip di komunitas. Yah, biasa lah; publik senang sekali berduga yang menjadi cikal bakal gunjing. Setelah itu, mungkin B merasa panas. Nah, ini saya sih juga menduga (yang akan jadi cikal bakal gunjing juga. Hehe). Pekan setelahnya, A tidak mengisi foto apapun, justru B lah yang penuh dengan foto. Foto bersama wanita C. 

How weak his heart is! 

Gladly, C adalah karakter selow. Wanita cuek yang lebih suka memposting her passion. Jadi, itu lah deadlock. Beruntung tidak berlanjut rantai iri mengiri. 

Masalahnya, justru saya si Pengamat S. Hahaha. Sejujurnya saya iriiiiiiii... 😩😩 
Sungguh, S iri dengan A yang bisa hidup sukses di luar negri, mendapat dan bisa pamer pasangan berjenis misterius bule. Ah, komitmen yang sudah S dan pasangan S tulis ternyata begitu menyesakan. Di lain sisi, S pun masih bermimpi memiliki pasangan hidup yang abadi. Memutus rantai kutukan ketidakabadian hubungan di dalam garis darah wanita keluarga. Contoh aksinya, seperti mencari pasangan hidup seperti idola yang sempurna sebagai suami-ayah-idola, Miyavi. 

Pyuuuuuh.... 
Blow your mind

Ada lagi kasus lain. 
Ah, tapi sudah terlupakan. Ya sudah abaikan. 


Hidup memang lelucon bagi orang lambat seperti saya. Hahaha. 

No comments:

Post a Comment