"Bagaimana berdamai dengan penyesuaian?"
Selamat malam.
Pertanyaan utama di postingan kali ini bukan perkara baru. Pasti setiap orang melakukan penyesuaian.
Mungkin sedikit orang yang mengingat bagaimana masa taman kanak-kanak dilalui. Saat orang tua (atau kakek, nenek, kakak, paman, bibi) menggandeng tangan melewati pagar dan perkarangan taman kanak-kanak, sampai akhirnya melepas tangan mungil milik kita. Di sana, kita melihat sekeliling ruang kelas. Berjalan di salah satu bangku. Guru bagaikan penolong dan pahlawan di antara kawanan rasa takut, asing, heran, dan euforia tertahankan di setiap jengkal ruang kelas. Itu pula mungkin di masa kanak-kanak ada beberapa orang tua mencibir karena anaknya seakan "mendewakan" guru. Salahkan mereka sendiri, mengapa meninggalkan kita dalam keadaan tidak nyaman dan menyuruh kita menuruti sosok bernama guru? Mengapa meninggalkan kita untuk percaya bersama sosok "guru"? Setelah itu, kita bagai budak seorang guru. Guru membuat kita percaya bahwa mereka baik dan perhatian dengan mereka. Seketika, cibiran ketidaknyamanan tenggelam dan terbitlah sebuah senyuman rasa percaya. Jam bermain tiba, entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja kita sudah bermain dengan teman-teman sekelas taman kanak-kanak. Syarat bermainnya mudah: cukup tersenyum, tertawa, berlari, dan "menimpuk". Yang mudah melakukannya, akan menjadi magnit seperti pusat tata surya. Yang mudah mengikuti, akan menjadi planit seperti hamparan debu yang melengkapi tata surya. Yang tidak bisa mengikuti, akan memojok di sebuah sudut tertentu. Beberapa minggu kemudian, akan lengkap sudah tata surya terbentuk. Bergeng. Kata yang familiar. Replika hasil magnit berkedok kenyamanan personal.
Beranjak dari taman kanak-kanak, memasuki area sekolah dasar. Ada perubahan yang runyam dan aneh. Di masa ini, ingatan masa kecil sudah begitu jelas. Berkas-berkas permainan masa taman kanak-kanak, teman main masa taman kanak-kanak, dan (paling aneh) kesadaran mengurangi bermain. Menyenangkan jika teman taman kanak-kanak berlanjut hingga sekolah dasar. Setidaknya, sudah membuat tata surya tersendiri di lingkungan baru. Bagi yang tidak, pilihannya: memiliki mainan, memiliki makanan, memiliki otak, atau memiliki ibu guru. Yang mudah tersenyum, tertawa, berlari, dan "memimpuk" akan berpindah posisi menjadi pelengkap tata surya dunia sekolah dasar. Yang memiliki banyak mainan seru akan dikerubuni selepas pulang sekolah; yang memiliki makanan enak dan banyak akan dikerubuni saat jam istirahat; yang pandai di kelas akan menjadi pusat selama kelas berlangsung; yang memiliki ibu guru akan didatangi ketika sebulan sebelum ujian atas suruhan orang tua. Di sini jarang ada yang tidak bisa mengikuti. Yang merasa tidak bisa mengikuti hanya kita yang kalah bergosip dibandingkan tata surya lain. 6 bulan kemudian, lenglap sudah pembentukan tata surya. Beruntung jika sistem di sekolah mewajibkan tata surya diubah dengan pergantian kelas tiap tahunnya. Bencana datang di tingkat akhir ketika 1-2 tahun personil kelas tidak berganti, atau kita sudah mengkhatamkan sosialisasi satu sekolah. Itu artinya adalah tata surya akan statis begitu saja.
Melangkah ke dunia SMP dan SMA. Magnit pusat tata surya menjadi tidak berpola. Magnit pusat tata surya adalah sosok yang PALING. PALING: cantik, keren, baik hati, pintar, kuat, memiliki hobi, mudah bersosialisasi, kaya, dan populer. Yang TIDAK PALING dan BIASA adalah debu pelengkap tata surya. Bergeng. Kata yang familiar. Replika hasil magnit berkedok kenyamanan paling kuat dan berkarakter. Wajar jika persaingan kelompok di tingkat ini paling besar dan diingat. Bahkan ada yang menemukan sahabat, juga musuh abadi di tahap SMP SMA. Tidak ada yang tidak bisa mengikuti, yang ada malahan anti-tata surya (semacam anti-partikel, mungkin black hole) yang sebenarnya merupakan tata surya tersendiri.
Penyesuaian terbesar adalah dunia setelah SMA. Pusat tata surya sesungguhnya hanya 3; yaitu: kita yang beride besar, kita yang berproses sempurna, dan kita yang berkomunikasi baik. Hal yang ambigu bukan? Kita yang tidak dapat menjadi ketiganya menjadi debu pelengkap tata surya. Jenis anti-tata surya yang sama dengan masa SMP SMA pula.
Lantas, bagaimana berdamai dengan penyesuaian?
Penyesuaian akan terus ada dan ada di sepanjang kehidupan. Tempat kerja baru, pendidikan baru, rumah baru, tetangga baru, kekasih baru, keluarga baru, dan hal baru lainnya membutuhkan penyesuaian. Tidak menyesuaikan akan tidak puas dengan kehidupan. Menyesuaikan membutuhkan energi lebih. Tidak mudah, dan tidak sulit.
Tidak dipungkiri, pertemanan dan berhubungan sosial selalu menjadi tombak jawaban dari segala permasalahan penyesuaian diri. Berdamai dengan penyesuaian.

No comments:
Post a Comment