Akhirnya sebuah kalimat keluar dari tulisanmu: 'aku ga bisa seimbang ngomong sama kamu'.
Itulah mengapa saya ingin melangkahi proses pendekatan sebelum menikah. Kemudian membaliknya dengan pendekatan setelah menikah. Masih ragu kah kamu? Kita berdua adalah manusia yang pada akhirnya dihadiahkan kecocokan jiwa oleh semesta. Kamu yang akan menyeimbangkan saya. Jika hari ini, saya tidak bisa mengikuti kegiatan sosialmu, saya akan diseimbangkan olehmu karena akan ada keyakinan pasti bahwa kamu akan menjagaku dari sosial manapun. Jika hari ini, kamu tidak bisa mengikuti arah pikiran saya, kamu akan dengan mudah memahami pikiran-pikiran yang merayap di otak saya jika kita hidup bersama dalam satu komitmen, dan karena kamu adalah kamu. Tidak mudah bagi saya menemukan orang dengan bakat seperti kamu.
Kehidupan ini tidak ada kebebasan sama sekali. Sejak kecil sudah diwariskan sebuah beban moral pada setiap manusia yang keluar dari rahim sang ibu.
Maka, untuk apa kita mengurangi beban moral kehidupan? Itu bagaikan menambahkan pelarut di air laut. Justru itulah kehidupan ada. Beban moral bukanlah sebuah beban. Itu adalah bagian kehidupan.
Ketika saya memutuskan untuk membalik proses tidak seperti layaknya masyarakat, saya yakin disanalah akal saya telah bekerja. Saya bagaikan memberikan energi bebas gibbs, menaikan derajat ketidakteraturan (entropi), agar sistem yang terlanjur saya label busuk tidak dapat mengikat apapun yang saya ingin bebaskan.
Sungguh, kita berada di dua lingkaran yang berbeda, dan ketidakpedulian juga kepercayaan saya telah memberikan keyakinan bahwa kita dapat membuat lingkaran sistem lain.
Hanya ada satu aturan dari saya yang membuat saya terus menunggumu: 'saya tidak akan memaksa'.
Segalanya selalu kembali kepadamu. Saya tidak pernah menghilang, berbohong, dan selalu berada di tempat terakhir yang kamu ketahui disana keberadaan saya.


No comments:
Post a Comment