Love is the prize #2

Mungkin jika ada yang bertanya: "kesintingan apa yang pernah kamu lakukan sepanjang hidupmu?" Mungkin saya akan menjawab: menyukai fisika, mendaftarkan diri di teknik nuklir, dan tertarik dengan lelaki bernama kasim tanpa tahu siapa nama sebenarnya.

Hm, terserahlah.

Seorang sahabatku berkata begini:
“Jangan anggap cinta datang dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab. Cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa. Dan jika kecocokan itu tidak ada, cinta tak akan pernah tumbuh, dalam hitungan tahun bahkan generasi” itu sebenernya dia juga mengutip dari tulisan Khalil Gibran sih.
Inti cerita, sahabat saya bilang bahwa dia percaya bahwa takdir itu ada, kecocokan jiwa bisa datang tanpa tertangkap jejak logika. Hm, yah semacam itulah.

Ketertarikan ini sejujurnya membodohi saya. Di lain sisi, saya bertanya-tanya identitas aslinya dan sedikit merutuki bahwa dia tidak kunjung melangkah maju. Di lain sisi, saya teramat bersyukur dalam sujud saya terus berdoa dan berterimakasih bahwa dia tidak melangkah maju. Hahaha. Sejenis paradox ruang.

Sampai saat ini aku hanya tahu dari desas-desus bahwa dia punya sejarah.

Saya pun mempunyainya pula. Itulah mengapa saya bersyukur, tidak ada satupun dari kami bergerak maju dalam perwujudan ruang.

No comments:

Post a Comment