"Memangnya apa sih gunanya pujian?"
Ohoooo jelas. Sangat berguna. Secara mental, pujian dapat melambungkan kepercayaan diri. Secara fisik, pujian bisa melancarkan peredaran darah ke otak. Bisa jadi, kalau peredaran darah ke otak lancar, anda akan bisa percaya diri. Atau jika anda ingin percaya diri, latihan lah kardio.
Dulu, saya paling seneng memuji orang. Saya sih memuji dengan jujur apa yang terlihat di mata saya, tapi ternyata pujian itu bisa seperti senjata. Ketika saya berhasil memuji sosok A kepada B, B menjadi menaikan pandangan kepada A. Tapi, nyatanya A bukanlah dewa, imej A pun terpuruk ketika B mendapatkan nila setitik dalam sebelangga susu. Saya menyadari bahwa itu bisa jadi sebuah psy-weapon dalam pembunuhan karakter manusia.
Lantas, gimana?
Menurut saya, ketika diposisikan sebagai sosok A seharusnya kita tidak menjadi bahagia atas pujian. Yah, biasa saja. Sama hal dengan pujian sepupu saya kepada saya di depan putranya (keponakan saya). Pujian yang paling sering dilontarkan adalah: 'itu loh dik, tante sukma pinter. Belajar yang rajin'
Yap! Secara tidak langsung sepupu saya memuji saya pinter dan rajin. Terus saya bangga gitu? Ya enggaklah. Saya hanya pintar dan rajin saat SMA, saat SD saya hanya cukup cerdas, saat SMP saya cerdas dan cuek, saat pendidikan sarjana S1 (sesungguhnya saya) pemalas, idiot, dan cuek. Tapi saya cuma senyam-senyum aja; ga ada salahnya membuat seorang anak kecil termotivasi. Toh, aku masih pemenang permainan yoyo, gasing, TTS, Sudoku, kelereng, angklung, keyboard, karet, 2048, bridge, uno di mata mereka; goal kemampuan mereka masih harus dikembangkan, yah, minimal di umur segitu mereka sudah pernah melihat level kemampuan saya, meskipun seumuran saya itu dianggap rendahan. Hahahaha.
Fokusnya, bukan bagaimana respon buatan atau respon kebal manusia terhadap pujian, melainkan pengarus pujian tersebut secara alamiahnya kerja otak.
Kalau alamiah, jelas berbicara mengenai kesamaan kerja otak manusia dengan hewan paling berotak. Itu mungkin alamiahnya. Dan itu tampaknya teramat menarik sekali diteliti.
Kerja Otak manusia adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dicari tahu. Ketika senjata tidak lagi bersifat menghancurkan dalam ledakan, dan tameng bukan lagi sebuah benteng kokoh; maka senjata akan sangat bermanfaat jika mengacaukan kerja pembuatan taktik, dan tameng terbaik adalah pengendalian otak agar kerja pembuatan taktik tidak dikacaukan.
Hem, tampaknya saya melindur. Sudahlah.

No comments:
Post a Comment