Disinilah saya berada di persimpangan. Hem, istilah kerennya adalah Bifurkasi.
Tenang, saya tidak menunggu apapun. Saya tidak lelah memilih pula.
Bifurkasi ini membuat saya sedikit bersabar agar mendapatkan informasi yang dibawa oleh angin, tanah, air, api, dan kehidupan.
Tenang, saya tidak sedang duduk. Saya tidak sedang berlari pula.
Bifurkasi ini membuat saya tetap berlari kecil di tempat. Sebuah kegiatan kecil yang saya sukai sewaktu saya muak dalam latihan fisik lari di tiap pagi dan sore.
Setelahnya saya mencerna pesan dari seluruh elemen semesta, saya siap memilih meninggalkan bifurkasi ini.
Tuhan tetaplah Tuhan. Izinkan hamba berdialog kepadamu di bifurkasi ini.

No comments:
Post a Comment